Skip navigation

“Nona,pagi ini kau mau sarapan apa?”tanya Bibi Song pada gadis yang duduk manis di sofa itu.Tangannya sibuk menekan tombol remote televisi untuk mencari channel yang akan dia tonton.

“Ah,apa saja,”jawabnya singkat.Matanya tidak beranjak dari layar.

“Ah..baiklah..”Bibi Song membungkukkan badan dan meninggalkan tempat itu.

Aish,apa pagi begini tidak ada acara televisi yang bisa kutonton?Ia menggerutu dalam hati.Kemudian,ia mengalihkan pandangannya ke arah jam dinding.Jarumnya menunjukkan angka 6 tepat.Semestinya tukang koran sudah mengantar koran jam segini.Akhirnya gadis itu berjalan keluar rumah dan memutuskan menunggu koran di halaman rumahnya.

“Guk guk!!”Anjing golden retriever itu menggonggong begitu melihat gadis itu keluar.Gadis itu tersenyum dan menghampirinya.Lalu ia membelai anjing itu lembut.

“Annyeong,Ruby,”kata gadis itu pada anjingnya.Anjing itu hanya menatap si pemilik.

“Ya,aku tahu,biasanya hari libur begini,aku tidak akan bangun sepagi ini kan??Hihi..”gadis itu membelai bulu-bulu Ruby yang lembut.

Gadis itu mengambil bola yang biasa dimainkan Ruby bersamanya.Ia memainkan bola tersebut sambil berjalan ke arah pagar dan membiarkan anjing tersebut mengikutinya.Gadis itu celingak-celinguk.Jalanan depan komplek masih sepi.Hah,ke mana sih tukang koran itu?Aku mau membaca berita pagi ini,ia menggerutu dalam hati.Ia membalik badannya dan berjalan menjauhi pagar dan tepat saat itu,lemparan si tukang koran mengenai punggung gadis itu.Koran tersebut jatuh ke tanah.Tukang koran itu terburu-buru mau mengambil langkah seribu.Gadis itu berbalik dengan tatapan marah ke tukang koran di depan pagar.

“HYAAA!!!LEE DONGHAEEEE!!!”panggil gadis itu dengan suara keras memecah keheningan pagi.

Gadis itu berlari keluar rumah dan mengejar tukang koran bernama Donghae yang sudah menjauhi rumahnya.Gadis itu menimpuk Donghae dengan bola yang ada di tangannya dan mengenai punggung laki-laki itu.Gadis itu tersenyum lebar.YES!Katanya dalam hati.Sepeda itu ikut berhenti.Pria itu menengok ke belakang dan tersenyum pada gadis itu.Ia mengambil bola yang tadi mengenai punggungnya.Ia mengendarai sepedanya berbalik ke arah gadis itu.

“Hya,Putri Kim Yoo Ra!Tumben kau sudah bangun.Biasa bangunnya seperti pemalas!”ejek Donghae yang kemudian tersenyum jahil.

“Hya,enak saja!Kau juga,telat sekali kau mengantar koran pagi ini!Biasanya sudah datang jam setengah enam.Hari ini baru sampai jam enam.Sudah begitu kau menimpukku lagi!Tidak sopan!”kata gadis bernama Yoo Ra itu.

Donghae hanya tersenyum lebar.

“Tumben kau menunggu kedatanganku.Kenapa?Kau mau baca koran?Tidak seperti biasanya,”kata Donghae.

“Ya, aku mau membaca korannya atau tidak itu semua terserah padaku.Yang penting kau menjalankan tugasmu dengan baik sebagai pengantarnya,”sahut Yoo Ra.

Donghae tersenyum lagi.Yoo Ra melihat ke arah tas yang biasa Donghae gunakan untuk membawa koran-koran pelanggannya.Sudah kosong.Berarti tugasnya sudah selesai.

“Sarapan bersamaku yuk,”ajak Yoo Ra.

“Mwo???Aniyo,aku tidak enak pada orangtuamu,”Donghae menolak dengan halus.

“Ah,orangtuaku sedang di luar negeri.Ayolah,temani aku sarapan kawan,aku yakin setelah kau mengantar koran-koran tadi kau juga lapar kan?Ayo makan bersamaku.Ya ya ya??”Yoo Ra membujuk teman sejak kecilnya itu.

“Ah Yoo Ra,aku tidak pantas duduk satu meja dengan tuan putri sepertimu,”Donghae menolak lagi.

Yoo Ra terlihat kecewa.Donghae hanya tersenyum melihat raut wajah Yoo Ra.

“Lain kali saja,saat aku sudah tidak bertugas seperti ini.Oke?”tanyanya.

“Huh,kau ini,kau kan sering main ke rumah ini dulu untuk bermain bersama dengan kakakku dan aku,”jawab Yoo Ra.

“Hya,itu kan sebelum semuanya berubah terbalik Yoo Ra.Saat itu,aku masih pantas..”

“Pantas apa?Duduk denganku?Sampai saat ini juga masih pantas.Kau kan teman kakakku dan aku sejak kecil.Sejak kapan ada istilah pantas dan tidak pantas??!Ayolah!”Yoo Ra masih berusaha mengajak Donghae.Donghae melihat ke arah jam tangannya yang lusuh di tangan kirinya.

“Gawat!Aku baru ingat,umma memintaku segera pulang setelah selesai mengantar koran!Mianhe Yoo Ra.Aku pulang duluan!Bye!”kata Donghae.

Ia melesat dengan sepedanya meninggalkan Yoo Ra dengan kekecewaannya.Yoo Ra akhirnya masuk ke dalam rumah dan membawa koran itu besertanya.
******
Yoo Ra dan Donghae adalah teman sejak kecil.Kakak Yoo Ra,Kim Ryeowook sudah dianggap seperti kakak Donghae sendiri.Donghae,walaupun seumuran dengan Yoo Ra,dia sudah seperti oppa untuk Yoo Ra.Sejak kecil mereka memang suka main bersama.Namun,saat Yoo Ra dan Dong Hae berusia 10 tahun,dan Ryeowook berusia 13 tahun,Ryeowook mengikuti kemauan orangtuanya untuk sekolah di luar negeri.Sejak saat itu,Donghae semakin sering menemani Yoo Ra yang kesepian.Tadinya,orangtua Donghae adalah pemilik sebuah perusahaan besar,sama seperti orangtua Yoo Ra.Namun,saat Donghae berusia 15 tahun,perusahaan ayahnya hancur.Ayahnya terlilit banyak hutang dan akhirnya jatuh miskin.2 tahun kemudian,Ayahnya meninggal dunia,meninggalkan Ibunya,Donghae dan kakak Donghae yang saat ini sedang bersekolah di luar negeri karena mendapat beasiswa.Sejak ayahnya meninggal itulah,Donghae rajin bekerja paruh waktu demi membantu ibunya menyambung hidup.Dia pernah menjadi penjaga toko 1 setengah tahun dan sudah setengah tahun ini menjadi pengantar koran setiap hari.Penghasilannya dia serahkan ke Ibunya,dan bila ada kelebihannya,dia akan menabung untuk biaya kuliahnya nanti.Demikianlah yang Yoo Ra dengar dari Donghae saat Yoo Ra menanyakan alasan mengapa Donghae mau menjadi pengantar koran.Yoo Ra ingin sekali membantu keluarga Donghae.Namun,Donghae selalu menolak.Dia bersikeras tidak ingin merepotkan orang sekitarnya.Setiap hari ia mengantarkan koran dengan rute sama.Rumah Yoo Ra selalu menjadi yang terakhir dalam rutenya.Maka,kalau kebetulan Donghae dan Yoo Ra bertemu pagi-pagi,Yoo Ra mengajak Donghae mengobrol dulu sebelum Donghae pulang.

“Lho,nona sudah mengambil koran yang diantar tuan Donghae?Baru saja saya mau mengambilnya,”demikian kata Bibi Song saat Yoo Ra membawa koran masuk ke dalam rumahnya.

Yoo Ra hanya tersenyum.Dia duduk di sofa dan mulai membolak-balik lembaran koran tersebut.Saat itu,sesuatu terjatuh dari dalam koran.Yoo Ra memungutnya.Selembar kertas.Yoo Ra berpikir mungkin itu selebaran iklan.Di kertas itu tertulis SMILE! Serta gambar orang sedang tersenyum.Yoo Ra hanya tersenyum.Iklan macam apa ini?Masih ada ya orang yang mau menghabiskan uangnya untuk hal tidak penting seperti ini?Gumamnya dalam hati.Sementara di rumahnya,Donghae hanya tersenyum sendiri mengingat sesuatu yang sudah dia lakukan.
*****
“Hya,kudengar,Donghae anak orang kaya?”

“Lah,dia memang kaya kok.Perusahaan Ibunya kan omzetnya bisa miliaran sebulan.Aku tidak bisa membayangkan bagaimana kayanya dia.”

“Hya,perusahaan ayahnya kan sudah hancur 2 tahun lalu.”

“Tapi sekarang ibunya berhasil membangun perusahaan itu lagi kok.Dan kudengar sangat sukses.Mereka bahkan sudah mau buka cabang.Sudah hampir berusia satu tahun katanya.”

“Kalau begitu,kenapa Donghae tidak tampil seperti anak orang kaya?Dia selalu memakai sepedanya ke sekolah.Tasnya yang jelek,dan jam tangannya lusuh sekali.”

“Mungkin dia tidak mau pamer.”

Pembicaraan 3 gadis itu terdengar oleh Yoo Ra dari dalam toilet.3 gadis-gadis itu adalah sumber gosip sekaligus sumber info terpercaya di kelas Yoo Ra.Yoo Ra yang mendengar nama ‘Donghae’ disebut cukup kaget mendengar semua itu.Kalau memang orangtuanya sudah sukses kembali,untuk apa Donghae menjadi loper koran??Tanya Yoo Ra dalam hati.Yoo Ra keluar dari toilet dan menemui 3 gadis itu.Yoo Ra tersenyum pada mereka.

“Hya,tadi aku tidak sengaja mendengar pembicaraan kalian.Memangnya Donghae betul anak orang kaya?”tanya Yoo Ra.

“Memang kau tidak tahu?Bukankah kau teman akrabnya sejak SMP?”tanya Rae Na,salah satu dari gadis itu yang mengenal Yoo Ra sejak SMP.

“Ah,kami sudah tidak begitu akrab lagi.Aku hanya tahu perusahaan ayahnya hancur.Tapi aku tidak tahu kelanjutannya,”jawab Yoo Ra berbohong.

“Ayahku bilang,perusahaan mereka dan perusahaan ayahku akan bekerja sama kok dalam sebuah proyek yang cukup besar.Dan kudengar dari ayahku,Ibu Donghae sangat hebat.Dia bisa membangun kembali perusahaan yang telah hancur,”jelas Yun Hee.

Yoo Ra hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.

“Beruntung sekali Donghae itu,”Yoo Na menanggapi.

Yoo Ra kecewa.Kenapa Donghae tidak pernah bilang kalau dia sudah kembali seperti dulu?Kenapa Donghae masih mau menjadi pengantar koran?Kenapa kau tidak bilang padaku Lee Donghae?Kenapa?Pertanyaan-pertanyaan terus ada di benak Yoo Ra.
********
Pulang sekolah,Yoo Ra mengajak Donghae pulang bersama.

“Hya,kau kan biasanya naik mobil.Mana mau kau dibonceng pemuda miskin sepertiku?”kata Donghae.

“Aku juga ingin merasakan naik sepeda.Ayolah..pulang bersamaku,”Yoo Ra terus memaksa.
Akhirnya mereka pulang bersama naik sepeda.Yoo Ra duduk di belakang Donghae.

“Tumben kau mengajakku pulang bersama.Ada apa?”tanya Donghae dalam perjalanan.

“Karena ingin,kenapa?Kau takut aku punya maksud jahat terhadapmu?”kata Yoo Ra.

Donghae hanya tertawa kecil.Sesampainya di taman tempat mereka biasa bermain dulu,Yoo Ra meminta berhenti.Yoo Ra turun dari sepeda itu.

“Hae,kurasa,kita perlu bicara,”ujar Yoo Ra.

“Bicara?”tanya Donghae.

Yoo Ra menatap Donghae dengan tatapan penuh selidik.Mereka berdua menghampiri kursi di taman itu.
“Kau merasa bersalah karena sudah menyembunyikan sesuatu dariku?”tanya Yoo Ra.

“Hya,apa maksudmu?”tanya Donghae balik.

“Untuk apa kau jadi pengantar koran?”

“Yah tentu untuk membantu ibuku.Kau tahu sendiri kalau keuangan keluargaku kan sulit.”

“Sulit??Kau bohong.”

Donghae menatap Yoo Ra.Mata Yoo Ra berkaca-kaca.

“Kupikir kau orang yang bisa kupercaya selama ini.Ternyata kau pembohong besar!”kata Yoo Ra sedikit keras.

Donghae terkejut dengan perkataan Yoo Ra.

“Yoo Ra,apa maksudmu?”tanya Donghae.

Air mata Yoo Ra mengalir.

“Ka…kau…ibumu…sudah membangun perusahaan lagi kan??Pe…perusahaan itu…sukses…seperti sebelumnya…”Yoo Ra terisak.

Yoo Ra tidak mengerti.Kenapa dia harus menangis di depan Lee Donghae,pria yang sebenarnya sangat ia sayangi ini.Apa karena Donghae tidak pernah memberitahukan hal sebenarnya?Donghae hanya terpaku.

“Jawab aku,Lee Donghae!Untuk apa kau masih jadi pengantar koran?Untuk apa??”tanya Yoo Ra dengan nada keras.

“Darimana kau tahu itu?”tanya Donghae.Dia kehilangan kata-katanya.

“Tak penting.Jawab aku,kenapa kau terus membohongiku?Kenapa kau tidak memberitahu yang sebenarnya?”

“Ka…karena…karena aku mencintaimu YOO RAA!AKU MENGANTAR KORAN SETIAP PAGI KE RUMAHMU!BERHARAP AKU BISA MELIHAT SENYUM MANISMU SETIAP PAGI!”Donghae berkata dengan setengah berteriak.

Yoo Ra kaget dengan ucapan Donghae.Donghae memegang pundak Yoo Ra.

“Kau tidak pernah tahu kan?Aku selalu menyelipkan kartu atau kertas di dalam koran itu untuk memberimu semangat.Apa kau tidak pernah membuka koran itu??”Donghae berkata lagi.

Jujur saja,Yoo Ra tidak pernah tahu dan nyaris tidak pernah membaca koran di rumahnya.Dan mendadak Yoo Ra ingat sebuah kardus penuh koran selama 6 bulan yang diletakkan oleh Bibi Song di depan kamar Yoo Ra.Yoo Ra tidak pernah bertanya kenapa.Airmata Yoo Ra menetes lagi.

“Ka…ka..kau…semestinya..tidak perlu begini…kenapa?Kenapa kau tidak menceritakan padaku?”tanya Yoo Ra.

“Karena…seandainya menceritakan hal ini padamu…aku tidak bisa mengantar kartu-kartu itu ke rumahmu lagi.Tidak ada alasan bagiku untuk mengantar koran lagi,dan melihat senyummu seperti kemarin…”jawab Donghae.Ia mengaku.Ia mengeluarkan saputangannya dan menghapus airmata di pipi Yoo Ra.

“Kalau kau sudah menganggapku bukan sahabat lagi,biarlah..Aku yang salah sejak awal..”kata Donghae lagi.
Ia meninggalkan saputangan itu di tangan Yoo Ra.Donghae menjauhi kursi itu dan meninggalkan Yoo Ra sendirian dengan tertunduk.
*******
Sesampainya di rumah,Yoo Ra masih sedikit sedih.Dia menemukan kardus berisi tumpukan koran itu di samping pintu kamarnya.Ia membuka lembaran koran demi koran satu persatu.Dia menemukan beberapa kartu dengan tulisan Donghae seperti ini :

-Hya,semangat selalu jalani harimu!!KEEP SMILING MISS!

-Hari yang indah diawali dengan senyuman!^^

-Aku ada untuk menemanimu!Jangan pernah merasa kesepian lagi!

Yoo Ra terharu membaca tulisan Donghae di kartu-kartu tersebut yang dia selipkan dalam koran yang diantar ke rumah Yoo Ra setiap pagi.Huh,untung orangtuanya tidak pernah membacanya.Tapi bagaimana caranya?

“Nona,tuan Donghae memang baik..”kata Bibi Song yang muncul tiba-tiba.

“Eh,Bibi..”Yoo Ra menyembunyikan kartu-kartu itu di balik punggungnya.

Bibi Song tersenyum.

“Aku membantunya menyembunyikan kartu-kartu itu.Setiap dia mengantarkan koran,aku selalu mengambil koran tersebut dan mengambil kartu yang dia selipkan dalam koran.Aku menyimpannya sampai orangtua Nona sudah selesai membaca koran tersebut.Baru aku selipkan lagi,”jelas Bibi Song.

“Ja..jadi Bibi tahu kalau dia sebenarnya tidak miskin lagi?”

“Aku tidak tahu soal itu.Aku hanya membantunya seperti ini kok,”jawab Bibi Song.

Yoo Ra terdiam.Donghae yang baik,Donghae yang selalu ada ketika dia sedih,Donghae yang selalu menemaninya,dan kini Donghae memberinya semangat lewat hal seperti ini,dan Donghae mencintainya..Yoo Ra tersenyum simpul.Ia mengambil salah satu amplop berwarna pink yang belum dia baca.

Yoo Ra yang kusayangi,
Aku tahu kamu tidak akan pernah membaca kartu ini,atau surat-surat dariku.Karena aku tahu hal yang paling malas kau lakukan adalah membaca koran kan??Hehe…
Hanya ini caraku menyemangatimu.Aku tidak pernah berani memberimu semangat secara langsung.Hanya dengan cara ini aku bebas berekspresi.
Semangat Yoo Ra!

Yoo Ra tersenyum membaca surat tersebut.Bibi Song melihat senyum itu dan meninggalkan Yoo Ra sendirian di kamarnya.
******
Yoo Ra yang selalu aku cintai…
Aku memang mencintaimu.Aku harus mengakuinya sekarang.
Aku pemuja rahasiamu.Hah…maafkan aku..aku tidak pernah memberitahu hal ini.Ibuku memang sudah membangun sebuah perusahaan lagi.Semestinya aku tidak lagi bekerja seperti ini.Namun,kalau tidak bekerja seperti ini,aku tidak punya alasan lagi untuk ke rumahmu.Aku terlalu malu untuk memberikan kartu-kartu dan surat ini padamu langsung.
Maafkan aku…
Hari ini,adalah hari terakhirku untuk bekerja seperti ini.Aku tidak pantas dicintai olehmu.Bahkan mungkin kau sudah membenciku dan tidak lagi mempercayaiku.Tidak ada alasan lagi untukku dekat dengan gadis sepertimu.Maafkan aku.Mungkin selama ini kartu-kartu dan surat-suratku mengganggumu.Atau kau tidak pernah membacanya sedikitpun??Tak apa,aku tak marah.Aku pikir,lebih baik kau tidak membacanya.Karena aku bisa malu..hehe..tetap semangat ya!
Lee Donghae,pengantar koranmu yang setia.

Yoo Ra membaca surat itu.Surat terakhir dari Donghae yang diselipkan di koran hari ini.Yoo Ra ingin menangis.Ottokhae??Aku..Aku juga mencintaimu Donghae…Kenapa kau memintaku tidak mencintaimu??Yoo Ra bertanya-tanya dalam hati.
*****
Seminggu kemudian…

Donghae menuju halaman rumahnya.Ia menanti akan pengantar koran yang biasanya mengantarkan koran ke rumahnya.Jalanan nampak sepi.Tidak nampak pengantar koran atau sepedanya.Donghae sudah resmi berhenti bekerja sejak seminggu lalu.Sejak Yoo Ra tahu dia sebenarnya tidak mengalami kesulitan keuangan.Dan selama seminggu itu,Donghae tidak bertemu Yoo Ra di sekolah.Donghae sengaja menghindarinya.Dia akan malu sekali karena Yoo Ra tahu yang mengiriminya kartu serta surat itu adalah seorang Lee Donghae.Donghae memutuskan untuk kembali ke dalam rumahnya lagi.

BUUK!

Donghae menoleh.Sebuah koran jatuh di tanah.Pengantar koran itu sudah melesat pergi dengan sepedanya.Donghae mengambil koran tersebut dan membolak-balik halamannya.Selembar kertas jatuh.Donghae tersenyum sendiri.Dia merasa de javu.Mungkin inilah apa yang pernah dilihat Yoo Ra saat itu,gumamnya dalam hati.Ia memungut kertas tersebut dan membaca isinya.

Hya,Lee Donghae…Pabo saram!!Kau bilang kau mencintaiku!Tapi kenapa malah menghindariku?Pabo ya!Dan pasti kau tidak sadar,siapa yang mengantar koran hari ini.Huh,laki-laki payah!Aku tidak marah padamu!Aku malah berpikir kau yang marah karena kartu dan surat darimu tidak pernah kubaca.Hehehe…mianheyo..aku malas membuka koran.
Hya,kau masih tidak sadar ya siapa pengirim surat dan koran ini??Pergilah keluar rumahmu.Dan lihat siapa pengantar sekaligus pengirim surat ini!
SARANGHAEYO LEE DONGHAE!!!ANNYEONG NEWSPAPER BOY!!^^

Lee Donghae tersenyum lebar.Ia berlari keluar rumah dan melihat pengantar koran cantik pagi itu dengan topi.Berdiri di sebelah sepeda,tersenyum padanya.Donghae berlari dan memeluk gadis itu yang tak lain dan tak bukan adalah Yoo Ra.

“Hya,kau belum mandi,jangan peluk-peluk aku!”seru Yoo Ra.

“Aku sudah mandi.Kau sok tahu!”kata Donghae sambil tetap memeluk Yoo Ra.

Yoo Ra hanya tersenyum.

“Hya,antarkan koran-koran ini bersamaku yuk!”ajak Yoo Ra.

“Kalau kau menolak jadi kekasihku,aku juga akan menolak ajakanmu!”jawab Donghae.

Mereka berdua tersenyum.Pagi itu,dua pengantar koran tampan dan manis mengantar koran ke pelanggan-pelanggan mereka di komplek itu.Keduanya tersenyum bahagia.

THE END

NB : Ini FF saya yang pertama di post di blog.Mianhe kalo jelek.Komen yaaa!Thanks!^^

“Sakit jiwa lu Le!”
“Mereka manusia biasa,ngapain di-idolakan?”
“Ah,mereka gak cakep,biasa aja,cakepan cowok Jepang!”

Well,itu lah sebagian tanggapan temen gue yang telah mengetahui gue nge-fans sama

uri Oppa SUPER JUNIOR!

Hah,pas mereka bilang sakit jiwa,gue mengakui,gue memang sudah sakit jiwa.Iyalah,Super Junior hanya manusia biasa.Yang sama seperti gue dan manusia-manusia lain di Bumi ini.Cuma,mengenal Super Junior membuat gue sadar akan banyak hal.Jujur saja.Di antaranya,gue belajar :

1. KETEGARAN!

13 orang itu di-trainee bersama selama bertahun-tahun.Pas nonton fanvid berjudul A Walk To Remember,gue nangis.Kalo gue jadi mereka,mungkin gue udah nyerah.Gue udah nggak mau lagi.Tapi,hebatnya mereka selalu tegar.Mereka (mungkin) dalam hatinya yakin,setelah menderita sekian lama begini,mereka akan jadi bintang besar seperti sekarang ini.TEGAR SEKALI MEREKA!Dan itu membuat gue belajar,idol ague aja bisa tegar,why me not??

2.PERSAHABATAN ERAT!

Selama bertahun-tahun di trainee,pasti mereka udah mengenal satu sama lain dengan baik.Mereka pasti bersahabat.Dan yang gue liat hingga saat ini,mereka tuh akrab banget kayak saudara kandung beneran!Gue tuh jadi ngerasa iri.Persahabatan mereka bisa sampe seperti itu.Mereka bisa kompak.Kenapa kita enggak??

Dan dalam sejarah gue mengidolakan seseorang,gue GILA gak sampe segininya.Beneran deh.Gue gak pernah sampe nangis sedih gara-gara SuJu terancam bubar gini.Wong pas waktu itu lagi jaman Westlife si Bryan McFadden keluar aja gue gak selebay ini.Cuma entah kenapa,gue kali ini menangis.Sedih?Banget.Kecewa?Iya banget!Hangeng Gege,kenapa kau melakukan ini saat SuJu sedang dalam masa emasnya??? :’(

Gue emang pengen marah menasihati dia di depan muka dia.Supaya dia mikir lagi kalau mau keluar.Dia mestinya inget perjalanan dia ke Seoul,ke Korea,mencapai kejayaannya itu gimana.Kalo perlu gue kasih dia video A Walk To Remember deh.

Cuma,siapa sih gue??Gue gak lebih dari fans-nya Super Junior.Gue cuma satu dari jutaan orang yang nge-fans sama Super Junior.Dan gue sendiri emang gak punya hak buat menghentikan dia keluar dari SuJu.Kenapa??Gue bukan siapa-siapanya dia.Gue cuma ELF.Yang terlalu mencintai Super Junior.Dan saking egoisnya gue,gue kadang gak mikir apa yang terbaik.Tapi gue justru mikir apa yang gue pingin itu yang terbaik.

Gue emang cuma ELF.Cuma satu dari jutaan.Dan apa hak gue??

Sekarang,gue cuma bisa bilang,”Semua terserah padamu Koko Hangeng.Mau kembali ke SuJu,kami akan bersyukur.Sangat bersyukur.Tapi kalau kamu mau bebas,kami bisa apa?Itu keinginanmu.”

Koko,yang perlu kamu tau adalah,ELFs merindukan senyuman manismu!

*Sorry,gue emang lagi gaje*
*udah geje gaptek pula*

cr:google images

Selamat tahun baru 2010..
Kita tinggalkan 2009 dengan senyuman..
Mari awali 2010 dengan senyuman dan harapan..

Sulit tersenyum..sungguh.Kalau mau jujur,bulan Agustus,September,sama Desember itu bulan-bulan terberat dalam hidup gue.Jujur aja..di 3 bulan itu,kayaknya yang namanya cobaan gak henti-hentinya dateng ke hidup gue.Kalo kata pepatah tuh (gak tau bener apa salah)

Lepas dari kandang macan,masuk ke mulut singa

yah itulah gue di 3 bulan nista itu.Gue sampe beneran mau ngelupain 3 bulan itu.Dan gue berharap bisa kembali lagi ke tahun 2008 atau Januari sampai Juni 2009.Gue pengen balik lagi ke saat itu.Di mana gue merasa gue lebih bahagia dan lebih nyaman.Tapi,dari fanfic yang gue baca,(gue kutip sebuah kalimat nih,“Hidup tuh bukan lingkaran melainkan sebuah garis lurus.Yang sekali kamu tarik,maka kita tidak akan bisa kembali lagi.”

Yah emang hidup kita seperti itu…Jadi,gue mencoba untuk menyongsong 2010 dengan lebih tabah,lebih ikhlas lagi..dan dengan sebuah senyuman,serta doa..juga harapan baru…

Semoga Tuhan selalu ngasih kita kekuatan untuk berjalan di tahun 2010…
Semoga Tuhan selalu menjaga kita dan melindungi dalam tiap langkah kita…

HAPPY NEW YEAR ALL!!

Bonus pikku deh karena lagi baik :


*ngabur*

source:google images

Bingung jadinya gue.Malam ini,temen gue menulis plurk yang boleh gue katakan itu cukup membuat gue tersentak dan tertohok.Intinya,dia tuh bilang kalo sebenernya masalahnya idola kita itu ya bukan masalah kita,dan kita juga gak bisa melakukan apa-apa kalau buat idola kita itu emang keputusan terbaik.

Emang sih,gue pun tadi mikir.Why?Kenapa gue mikirin masalah orang lain dan tidak memikirkan masalah gue sendiri?Otak gue juga cape kali mikirin orang yang nggak ada sangkut pautnya sama gue.Kenapa harus pusing?

Tapi,gue (atau kita) ini fans-nya.Dan fans punya cinta buat artisnya.Sebagaimana kita ketahui bahwa cinta tidak pernah punya logika.Kalo dipikir pake logika,tentunya kita akan berpikir bahwa masalah si artis itu ya masalah dia,bukan masalah gue.Tapi,kalo tanpa logika,kita akan berpikir,masalah si artis adalah masalah kita juga.Yah begitulah.(Saya juga gak ngerti maksud saya nulis ini.Lagi error otaknya.)

dan sebagaimana pula kita ketahui bahwa cinta itu egois.Kita egois?Yah,jujur saya bilang saya egois.Saya selalu mikir mestinya dia balik ke SuJu,jangan keluar,dan yah intinya saya pengen dia balik.Tapi,malam ini saya dibuat mikir,kalo ternyata,apa yang dia putusin itu menurut dia yang terbaik,kenapa kita harus nyuruh dia balik?*walaupun saya tahu kita semua pengen dia balik ke SuJu*.Inilah egoisnya kita.Kita (mungkin) sudah tahu,kalau dia tetap berada di dalam lingkungan perusahaan yang `seperti itu` terus,dia malah akan semakin menderita.Tapi dengan egoisnya kita masih aja pengen dia terus berada di sana.

Dan malam ini saya mulai berpikir menggunakan logika dan akal sehat (selama ini cuma mikir pake dengkul akal gila).Dia sudah dewasa.Keputusan apapun ada di tangan dia.Kalo dia udah memutuskan kalo buat keluar adalah yang terbaik,maka,mau tidak mau,kita harus menyetujui keputusan dia.Toh itu kan memang keputusan terbaik.Kita sebagai fans-nya cuma bisa BERHARAP DAN BERDOA.Emang semuanya pengen dia kembali kan???Doakan saja dia bisa menentukan keputusan terbaik.

Super Junior Oppa,ELFs selalu percaya dan berharap..

ALWAYS BEL13VE THEIR PROM15E
Tentunya semua akan merindukan gambar seperti ini bukan?

semoga kita bisa melihat mereka seperti ini lagi.

Blue tomorrow…
akankah itu terjadi??
aku tidak ingin itu terjadi…
aku masih ingin memiliki mereka…
mereka yang selalu membuatku makin kuat…
mereka yang mengajarkan aku arti persahabatan dan keluarga yang sesungguhnya…
mereka yang selalu tegar..
mereka yang selalu memberikan yang terbaik..
mereka yang mencintai ELF…

kenapa hal ini harus terjadi???ada apa sebenarnya???
Super Junior kenapa???

semuanya..aneh…tidak biasa……
dan kuharap semua yang kualamai kemarin dan hari ini,hanya mimpi belaka…

Well…I’m coming back…

Gw masih bingung ini blog mau gue apain.Hahaha…bikin blog juga cuma mau nulis-nulisa ga jelas,nyampah…dan mungkin akan gue gunakan untuk berbagi bersama para Everlasting Friend yang lain alias para E.L.F.Oke..sekarang lagi hujan gerimis…*kayaknya ini gak perlu dijelaskan*

Nah,gue jadi inget berapa hari yang lalu,atau lebih tepatnya bulan lalu *bukan berapa hari yang lalu lagi ini mah ya* gue baca blog orang yang nulis tentang percakapan Kyuhyun,Sungmin,wa Kangin di Chunji Radio (kalo gak salah sih itu nama radionya).Mereka ngomongin apa yang mereka pikirin pas lagi hujan.Well..as we know,Kyuhyun jawab game.Hahaha…dasar maniak banget ya dia sama game…Ah..kalo ujan gini,gue lebih suka dengerin lagu atau kalo enggak ngetik FF gak mutu hahaha…

Oke…gue lagi ngantuk,capek,dan masih make baju pergi karena abis pergi tadi.Niat tulus mulia gue hari ini adalah nonton 2012 yang lagi heboh di bioskop sampe tiketnya sold out mulu.Nah,gue dan temen gue pergi ke M2S dengan niat nonton tuh film di Surya M2.Jadilah kami ke sana dengan muka cerah ceria dan optimis dapet tiket.Setelah sampe di sana,gue dan temen gue ngantri.Dan menurut gue,tuh antrian gak panjang sepanjang kereta.Gue udah optimis,pasti dapet pasti dapet.Dan setelah tinggal 2 orang lagi dalam antrian sebelum ke meja mbak-mbak penjaga loket,gue harus meredam niat mulia itu dan menggantinya dengan kekesalan.MPL=Mbak Penjaga Loket,S=Satpam,TG=Temen gue,Gw-Gue pasti,BB=bukan bedak saudara-saudara,tetapi Bapak Bawel.Well,kurleb begini percakapanya di Surya M2

S=Tiket 2012 tinggal 2 tiket.

Gw=*dalam hati,mamam,gue udah pengen teriak saya mbak 2 orang*

TG=*speechless*

S=Tinggal satu

BB=nah saya-saya…duduknya di depan ya mbak?Saya mau mbak…

Gw & TG=*speechless*

Dan tiket film 2012 itu melayang begitu saja tepat di depan mata gue!!!WTH!!!akhirnya,kami sampai di depam MPL

MPL=ya..mau nonton film apa?

Gw=2012 abis ya mbak?

MPL=Iya,masih ada yang jam 21.45

Gw=*dalam hati:mampus aja gue keluyuran sampe jam segitu*

Gw=*ngomong ke TG* eh,Christmas Carol aja nih?

TG=*kayak pasrah*iya..

Gw=ya udah deh mbak,Christmas Carol aja.

Dan akhirnya terjebak 1 jam 30 menit di teater dalam sebuah film yang jayus…dan teater itu isinya cuma berpaa orang doang..ah kesel juga tuh gue..ternyata tu film ga menarik.Ah..sudahlah,besok-besok gue beli dvd bajakan di glodok hahaha…

Ah,ini blog gue yang ke berapa ya??Gw punya 3 blog di beberapa tempat berbeda dan gue gunakan untuk keperluan berbeda hahahah…tapi,akhir akhir ini ngeliat banyak orang (terutama E.L.F) yang bikin blog di wordpress..jadi ikutan deh hahaha…

Selamat datang di blog saya yang jauh dari kualitas mutu ini..hiks…perlahan tapi pasti,gue coba meng-update deh..cuma masih bingung mau ngisi apaan..hehehehe

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.